Meraih Hari Esok Yang Penuh Harapan

“Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
“Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.”

Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”
*courtesy of PelitaHidup.com
Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” 1 Raja-raja 17:8-16
*courtesy of PelitaHidup.com
Pada saat itu sedang terjadi kekeringan yang dahsyat karena hujan tidak turun selama tiga setengah tahun. Kelaparan juga melanda seluruh negeri itu (Luk 4:25-26). Lalu Tuhan menyuruh Elia untuk pergi ke Sarfat. Disanalah Tuhan menyatakan mujizatNya melalui seorang janda.

Keadaan perempuan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Dia hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak. Sisa sedikit bahan tersebut adalah bahan makanan terakhir yang akan diolah dan dimakan bersama dengan anaknya. Setelah itu dia telah pasrah pada apa yang akan terjadi pada dirinya dan anaknya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Perempuan tersebut sudah tidak punya harapan lagi selain kepada apa yang dimilikinya. Hanya sedikit bahan makanan-lah yang menjadi harapan terakhir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kekeringan dan kelaparan yang sedang melanda bukan merupakan keadaan yang bisa mendatangkan keuntungan. Sangatlah sulit untuk mendapatkan air maupun bahan makanan.

Tetapi Tuhan mengutus Elia kepada perempuan tersebut untuk menyatakan kemuliaanNya.

Ada beberapa hal yang membuat mujizat terjadi dalam kehidupan perempuan janda tersebut:

1. Tidak Takut

“Tetapi Elia berkata kepadanya: ‘Janganlah takut’ ” 1 Raja-raja 17:13a

Elia meminta perempuan itu untuk membuatkan sepotong roti baginya. Tentunya perempuan tersebut berpikir, bagaimana mau membuatkan roti untuk orang lain sedangkan untuk dirinya sendiri saja pas-pasan.

Tetapi Elia mengatakan kepada perempuan itu untuk tidak takut, karena Tuhan akan mencukupi segala kebutuhan mereka hingga masa kelaparan tersebut berlalu.

Janganlah takut atau kuatir atas apa yang sedang kita alami saat ini. Kekurangan atau masalah yang sedang kita alami harus kita jalani dengan hati yang tenang. Ketakutan atau kekuatiran tidak akan menyelesaikan masalah.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Matius 6:27

Dengan ketenangan maka kita akan dapat menjalani setiap masalah yang ada dengan pikiran yang lebih jernih. Jangan takut dan jangan kuatir, karena Tuhan ada bersama dengan kita.

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” Yosua 1:8

.

2. Pegang Janji Tuhan

“Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” 1 Raja-raja 17:14

Elia menyatakan janji Tuhan bahwa Tuhan akan memberikan hujan sehingga kekeringan dan kelaparan akan berhenti. Janji ini menjadi pengharapan baru bagi perempuan tersebut. Walaupun keadaan masih tetap sama, tetapi tanpa keraguan sedikitpun dia melakukan apa yang Elia perintahkan. Matanya memandang kepada janji Tuhan yang indah bagi kehidupannya dan hari esok yang penuh harapan.

Keadaan yang kita alami mungkin belum berubah menjadi baik. Tetapi Tuhan memberikan janji kepada kita bahwa ada hari esok yang penuh harapan bagi kehidupan kita. Dan Dia tidak akan lalai menepati janjiNya.

Oleh karena itu peganglah janji Tuhan dalam hati kita. Jangan pernah lepaskan apa yang telah Tuhan janjikan, karena Dia tidak akan berlambat-lambat menggenapi apa yang telah Dia firmankan bagi kita.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11
*courtesy of PelitaHidup.com
.

3. Melangkah Dengan Iman

“Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” 1 Raja-raja 17:15-16

Perintah Elia untuk membuatkan roti terlebih dahulu bagi dia merupakan hal yang kelihatan tidak masuk akal. Logika manusia sudah pasti tidak sesuai dengan hal yang Elia katakan.

Tetapi perempuan janda itu tidak membantah apa yang Elia katakan. Dia tidak meragukan apa yang akan terjadi. Setelah mendengar janji Tuhan, dia langsung melakukan perintah Elia. Dia melakukannya dengan penuh keyakinan. Dia yakin bahwa Tuhan benar-benar ada dan akan melakukan hal yang baik bagi kehidupannya.

Dan kita melihat keyakinan imannya membuahkan hasil. Tepung dan minyak yang dia miliki tidak berkurang sedikitpun, walaupun untuk sekian lama digunakan untuk mencukupi kebutuhan bagi mereka bertiga. Kuasa Tuhan dinyatakan dalam kehidupannya. Mujizat terjadi!

Apa yang harus kita lakukan dalam berbagai masalah: keadaan kekurangan, sakit-penyakit, doa yang belum dijawab, belum dapat jodoh, belum dapat pekerjaan, pekerjaan yang kurang bagus, bisnis yang tidak berkembang dan masih banyak lagi?

Kita harus tetap mencari, tetap bekerja, tetap berusaha, tetap melakukan yang terbaik dan tetap konsisten dalam melakukan segala upaya. Lakukan dengan iman, lakukan dengan penuh keyakinan, dan lakukan dengan penuh pengharapan. Tuhan akan menyatakan mujizatNya pada saat kita melangkah.

Keadaan tidak akan berubah jika kita tidak mau melangkah dengan iman. Tetapi pada saat kita melangkah dengan iman, maka kuasa Tuhan akan menyertai setiap langkah yang kita jalani. Dia akan memampukan kita, Dia akan memberi kekuatan bagi kita untuk melalui semuanya. Dia juga yang akan membawa kita kepada kemenangan.

“Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” Yakobus 2:21-22

.

Janganlah kita menyerah atas apa yang sedang kita alami. Semua yang terjadi merupakan ujian bagi kita untuk dapat lebih dekat lagi kepada Tuhan. Dengan mencontoh perempuan janda di Sarfat, yaitu dengan tidak takut, memegang janji Tuhan dan melangkah dengan iman, maka kita dapat berjalan lebih kuat lagi untuk meraih hari esok yang penuh harapan. Haleluya!

.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Yeremia 17:7-8

Sumber : pelita hidup

Iklan

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
*courtesy of PelitaHidup.com
Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:24-26

Peristiwa ini terjadi ketika Yesus bersama murid-muridNya sedang ada di dalam perahu mengarungi danau. Angin ribut datang melanda danau tersebut. Dalam Markus 4:37 disebut dengan angin taufan yang sangat dahsyat.

Angin taufan seperti ini bertiup sangat kencang sekali, ke segala penjuru, atas dan bawah, hingga bisa memporak-porandakan rumah-rumah. Bisa dibayangkan gelombang seperti apa yang dapat ditimbulkan pada saat angin jenis ini melanda sebuah danau. Tidak akan ada orang yang berani untuk melintasi danau tersebut dengan sebuah perahu.

Pada saat kejadian itu, para murid sangat ketakutan. Hal ini sangat manusiawi karena perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang besar dan ditiup oleh angin yang sangat dahsyat.

Ketika mereka merasa bahwa mereka memerlukan pertolongan, mereka mendapati bahwa Yesus dengan tenangnya dapat tidur di dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka-pun membangunkan Yesus agar memperoleh pertolongan dariNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hal ini layaknya kehidupan kita yang tidak lepas dari gelombang badai yang berupa masalah yang dapat datang dengan tiba-tiba. Kita dapat diombang-ambingkan oleh masalah yang kita alami. Kita bisa menjadi sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit dari kita yang datang mencari pertolongan pada Tuhan ketika masalah tersebut datang menimpa kita dengan kerasnya.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui kisah ini. Berikut ini rahasia agar kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan:

1. Jangan Takut

Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Mengapa kamu takut?”
*courtesy of PelitaHidup.com
Masalah sebesar dan sekeras apapun boleh datang menimpa kita, tetapi biarlah kita tidak takut dalam menghadapinya. Kenapa? Karena kita punya Yesus, Dia ada dalam satu perahu bersama-sama dengan kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara besar. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Lalu mengapa kita harus takut?

Rahasia pertama agar kita dapat tenang dan berada dalam kedamaian adalah tidak takut. Jangan takut apa yang akan kita hadapi dan akan kita jalani. Hidup ini tidak akan lepas dari berbagai masalah.

Jika berani menghadapi dan menjalani apa yang kita alami sekarang, Yesus akan memberi kita kekuatan dan memberikan jalan keluar bagi kita. Dia akan memberikan kemenangan bagi masalah kita.

.

2. Percaya Sepenuhnya

Tuhan Yesus menyebut murid-muridNya sebagai orang yang kurang percaya. Mengapa demikian? Karena murid-muridNya tetap ketakutan dalam keadaan demikian, walaupun mereka tahu bahwa Yesus ada bersama-sama dengan mereka.

Mereka kurang percaya akan apa yang dapat Yesus lakukan jika mereka mengalami bahaya.

Apa yang tidak dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita? Selama kita hidup berjalan bersama Yesus, maka Dia akan menuntun dan menopang hidup kita. Bahkan ketika kita berjalan dalam lembah kekelaman, Dia tetap ada di samping kita.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ” Mazmur 23:4
*courtesy of PelitaHidup.com
Percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia sanggup melakukan segala perkara. Tiada yang mustahil bagi Dia.

.

Kedua hal di atas, yaitu “Jangan Takut” dan “Percaya Sepenuhnya“, akan dapat membantu kita memperoleh kedamaian di tengah badai kehidupan yang datang menerpa. Tidak ada hal lain selain kedamaian dalam menghadapi masalah kita yang dapat membantu kita untuk meraih kemenangan di dalamnya.

Biarlah kita tidak takut lagi akan segala hal yang sedang menimpa kita dan biarlah kita tetap percaya seutuhnya kepada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita. Haleluya!

.

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
*courtesy of PelitaHidup.com
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23:1-6

 

Sumber : pelita hidup

Tuhan Bekerja Dalam Segala Perkara

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. ” Roma 8:28

Setelah peristiwa 11 September (9/11) di Amerika Serikat, dimana dua gedung kembar World Trade Center roboh diserang aksi terorisme, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat.

Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat. Dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : Hal-hal Yang Kecil.
*courtesy of PelitaHidup.com
Berikut beberapa kondisi yang ternyata membuat mereka selamat dari musibah tersebut:

1. Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.

2. Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.

3. Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.

4. Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
*courtesy of PelitaHidup.com
5. Seorang karyawan ketinggalan bus.

6. Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.
*courtesy of PelitaHidup.com
7. Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.

8. Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.

9. Seorang karyawan mempunyai anak yang

bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.

10. Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.

.

Sedangkan satu hal yang menahan saya sendiri (red: penulis/saksi) adalah : sebuah sepatu baru. Saya memakai sepatu baru pagi itu, dan berangkat kerja dengan bersemangat. Tetapi sebelum sampai di kantor (WTC), sepatu itu menyebabkan luka di tumit. Saya berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester. Inilah yang menyebabkan saya bisa tetap hidup sampai hari ini.

Sekarang, jika saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ketinggalan lift, harus masuk ke rumah lagi untuk menjawab telpon … dan semua Hal Kecil yang mengganggu – sekarang ini saya sangat memahami, bahwa Tuhan benar-benar menginginkan saya berada di sini untuk saat ini.
*courtesy of PelitaHidup.com
Suatu pagi jika saudara merasa semuanya terlihat sangat kacau, anak-anak lambat berpakaian, saudara tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala; jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga kehidupan anda.

“Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.

Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela” Mazmur 62:6-9

Sumber : pelita hidup

Rahasia Untuk Hidup Yang Selalu Berhasil

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Mazmur 1:1-3

Kita dapat melihat perbedaan yang jelas keadaan pohon-pohon dan segala macam tumbuhan maupun tanaman pada saat musim hujan dan musim kemarau. Hampir semua pohon akan tumbuh dengan suburnya pada saat musim hujan, karena mereka mendapatkan suplai air yang cukup bahkan berlebih.

Rumput-rumput akan tumbuh dengan lebatnya sehingga kita dapat melihat hamparan padang rumput yang begitu hijaunya. Para petani akan senang sekali karena mereka dapat mengairi sawahnya atau kebunnya, sehingga tanaman mereka dapat tumbuh dengan subur dan dapat memberikan hasil panen yang baik pada waktunya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Berbeda sekali jika musim berubah menjadi musim kemarau. Kita akan melihat kekeringan terjadi di sekeliling kita. Segala macam jenis tanaman maupun tumbuhan akan mengering karena kekurangan air. Padang rumput akan berubah warnanya menjadi kekuningan karena rumput-rumput yang mengering.

Jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, maka akan ada banyak tanaman yang mati kekeringan sehingga tidak sedikit petani yang mengalami gagal panen. Banyak pohon akan menjadi layu dan mati karena kekurangan air. Oleh karena itu para petani akan berusaha semaksimal mungkin agar tanamannya dapat tetap memperoleh suplai air yang cukup, sehingga mereka dapat mempertahankan kelangsungan hidup tanaman mereka.

Kehidupan rohani pengikut Kristus serupa dengan apa yang terjadi di atas. Kehidupan kita ibarat sebuah pohon yang membutuhkan suplai air agar tetap hidup dan bertumbuh dengan subur.

Bagaimana agar kehidupan rohani kita dapat tetap mendapat suplai air yang cukup, sehingga menjadikan hidup kita selalu berhasil?

1. Memiliki kehidupan yang sesuai dengan Firman Tuhan

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh…”

Menjadi pengikut Kristus berarti bahwa kita tidak lagi melakukan hal-hal yang duniawi dan bertentangan dengan Firman Tuhan. Kita tidak lagi berbohong dan mencari keuntungan diri sendiri. Kita tidak lagi berkompromi dengan dosa. Dan bahkan kita membenci dosa oleh karena kita telah menjadi manusia yang baru.
*courtesy of PelitaHidup.com
Jauhkan diri kita dari kebiasaan-kebiasaan lama yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Ingatlah bahwa pergaulan buruk maupun lingkungan yang buruk akan merusak kehidupan kita. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak hidup dan bergaul dalam lingkungan seperti itu.

Sebaliknya, pergaulan yang positif dan lingkungan yang baik akan membuat hidup kita menjadi positif dan baik juga. Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
.

2. Memiliki kesukaan akan Firman Tuhan

“…yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN”

Menjadikan Firman Tuhan sebagai kesukaan akan membuat kehidupan kita senantiasa hidup dialiri oleh air-air hidup dari Tuhan.

Hal ini harus dibangun secara kontinu. Membaca Firman Tuhan setiap hari akan membiasakan diri kita untuk menjadi suka kepada FirmanNya. Kebiasaan akan muncul jika kita melakukan sesuatu secara berulang-ulang setiap hari dalam periode waktu tertentu.

Biasakanlah diri kita untuk membaca sebagian ayat dari Firman Tuhan setiap hari. Awalnya mungkin terasa berat dan bahkan kita tidak mengerti apa yang dimaksud dari ayat tersebut. Tetaplah lakukan, dan baca FirmanNya setiap hari. Berdoa kepada Tuhan agar diberi pengertian pada setiap ayat yang kita baca. Dengan demikian kita membangun kesukaan akan Firman Tuhan dalam hidup kita.

.

3. Menjadikan Firman Tuhan sebagai rhema

“…yang merenungkan Taurat itu siang dan malam”

Tidak hanya menyukai Firman Tuhan, tetapi menjadikannya rhema bagi hidup kita. Rhema adalah suatu pengertian dimana mata rohani kita menjadi terbuka.

Ketika kita mendapatkan rhema dari Firman Tuhan, kita akan mengalami keadaan dimana kita merasa telah dibukakan suatu pengertian yang baru. Keadaan itu juga akan memberikan kekuatan dan membangkitkan spirit/motivasi hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Biarlah kita senantiasa merenungkan Firman Tuhan, sehingga FirmanNya dapat benar-benar hidup di dalam kita dan senantiasa memberikan pengertian dan kekuatan baru. Dimanapun dan kapanpun kita berada, FirmanNya akan menuntun hidup kita dan membawa kita kepada keberhasilan.

.

Tiga langkah di atas akan menjadikan hidup kita senantiasa dialiri air hidup dari Tuhan, ibarat pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon tersebut akan tumbuh dengan subur dan tidak akan layu pada musim kering, karena selalu mendapatkan air yang cukup. Dan pada waktunya akan mengeluarkan buah yang dapat dinikmati.

Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan, bangunlah kesukaan akan Firman Tuhan dan renungkan FirmanNya sehingga menjadi rhema dalam hidup kita. Maka kita akan melihat hidup kita yang senantiasa diberkati oleh Tuhan, apa saja yang kita perbuat pasti berhasil. Haleluya!

.

“Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.
Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita, janganlah Ia meninggalkan kita dan janganlah Ia membuangkan kita,
tetapi hendaklah dicondongkan-Nya hati kita kepada-Nya untuk hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan untuk tetap mengikuti segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya dan peraturan-Nya yang telah diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita.
Hendaklah perkataan yang telah kupohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari,
supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain,
dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini.” 1 Raja-raja 8:56-61

 

Sumber : pelita hidup