SKEMA MANCHESTER UNITED ERA MOYES, PATENKAH?

Kesuksesan Manchester United membungkam Arsenal menegaskan 1 hal, Sang Raja telah kembali!! “Setan Merah” kembali menunjukan determinasi tinggi usai melewati masa-masa sulit di awal musim. Semua pemain seakan mengeluarkan 120% kemampuan terbaiknya, semua pemain ingin merebut bola, dan semua pemain ingin menang. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan MU di setiap musim ..
Menghadapi Arsenal yang notabene punya lini tengah bertabur “jenderal”, United menempatkan duet Michael Carrick – Phil Jones di “jantung” permainan. Carrick jelas belum tergantikan sebagai pusat permainan MU. Dan Phil Jones sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemain bertahan terbaik dunia. Ia mampu menghentikan lawan-lawannya dengan elegan. Cederanya kapten Nemanja Vidic, yang membuat ia harus ditarik di awal babak kedua, membuat Moyes yang tidak menyediakan bek di benchnya memilih memasukan Tom Cleverley. Phil Jones kembali ke lini belakang, dan sekali lagi ia menunjukan kelasnya. Cleverley pun tampil cukup baik, dengan determinasi yang baik pula. Namun seperti biasa, Clev seakan merasa inferior ketika harus bertarung di lini tengah lawan yang diisi jenderal-jenderal ternama. Jika skema Moyes paten seperti ini, maka hal inilah yang menjadi 1 dari 2 PR bagi Moyes di bursa transfer Januari mendatang. Ya, PR yang pertama menjaga pemain-pemain andalanya agar tetap di MU. Yang kedua memburu gelandang tengah, ya hanya gelandang tengah ..
Kenapa demikian? Di posisi kiper David de Gea semakin matang, makin kokoh, dan makin “akrab” dengan cleen sheet. Ia dilapisi oleh Anders Lindegaard yang juga tampil oke tiap kali diberi kesempatan. Dua nama lain juga bertarung sengit untuk merebut status sebagai kiper ketiga, Ben Amos dan Sam Johnstone ..
Di posisi bek, ia punya banyak pilihan bek tengah. Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand bukan lagi duet yang tepat. Namun menyingkirkan keduanya adalah sebuah kesalahan. Keduanya masih sosok tangguh yang sangat matang. Masalahnya usia tidak dapat dibohongi, keduanya mulai melambat. Merotasi kedua pemain ini adalah langkah yang tepat, kematangan keduanya akan menularkan kenyamanan dan energi lebih bagi teman duetnya. Siapa teman duet terbaik bagi Vidic/ Ferdinand? Phil Jones menjadi nama terdepan. Kapasitas dan gayanya sungguh mengagumkan. Ia akan jadi salah satu pemain bertahan terbaik di muka bumi. Ia pun jauh lebih konsisten ketimbang dua nama lain, Chris Smalling dan Jonny Evans. Jika MU membutuhkan Jones untuk merusak irama permainan lawan di lini tengah, maka Smalling bisa jadi pilihan yang lebih logis. Evans bek yang baik, namun melambatnya Vidic – Ferdinand membuat akan lebih baik jika teman duet mereka adalah bek yang punya kecepatan. Evans akan tetap dibutuhkan mengingat Chris Smalling berpeluang lebih banyak bermain di bek kanan, mengingat MU tidak punya pelapis mumpuni bagi Rafael da Silva di posisi tersebut. Namun alangkah baiknya tidak menduetkan Evans dengan Ferdinand, dengan Vidic mungkin akan lebih baik karena Vidic masih sedikit lebih cepat ketimbang Ferdinand. Komposisi bek kiri belum perlu perubahan. Patrice Evra masih stabil, dan Alexander Buttner pelapis yang baik ..
Di sisi kanan, Antonio Valencia adalah nama pertama dalam benak Moyes. Ia adalah tipe sayap klasik, yang menyisir sisi lapangan dan memberikan crossing-crossing ke kotak penalty. Pelapisnya adalah Luis Nani. Nani pemain yang istimewa. Sayangnya ia terlalu “akrab” dengan inkonsistensi. Saat dalam performa terbaik, ia sekelas Cristiano Ronaldo, namun seringkali ia seolah tidak lebih dari seorang Muhammad Ridwan (Persib). Memberi waktu bagi dia untuk menunggunya matang adalah pilihan yang baik. (Setidaknya sampai Wilfred Zaha siap tempur). Di sisi kiri Shinji Kagawa dan Adnan Januzaj akan membuat Moyes sakit kepala. Kreatifitas dari 2 pemain setipe ini akan menghadirkan variasi serangan. Mereka berdua pun siap menjadi pemecah kebuntuan dari lini kedua. Januzaj bahkan beberapa kali ditempatkan di kanan, dan Kagawa di kiri. Sementara Ashley Young tentu sungguh tragis nasibnya. “Hobby” divingnya membuat ia makin kesulitan menyaingi 2 koleganya, yang lebih muda dan lebih konsisten.
Di lini depan, siapapun yang meragukan kapasitas kwartet MU mungkin tidak mengerti sepakbola. Wayne Rooney dan Danny Welbeck bertipe second striker, sedangkan Robin van Persie dan Javier “Chicharito” Hernandez bertipe target man. Bagi saya Rooney adalah bintang utama MU saat ini. Ia petarung sejati!! Ia akan merebut bola dari lawan atau menjemput bola dari lini kedua, kemudian memasok ke depan lewat umpan-umpan matangnya, ataupun mendribble ke depan untuk membongkar pertahanan lawan. Ia juga siap menjadi lumbung goal dengan kematangannya di depan gawang lawang. Duetnya dengan van Persie pun semakin matang, semakin saling memahami. Keduanya seakan sepasang kekasih yang makin mesra. Ya, van Persie adalah tipe striker yang punya kemampuan yahud plus ber-IQ tinggi, yang membuat ia tahu dimana harus berdiri, kemana harus berlari, kapan harus membuka ruang, kapan harus menembak, kapan harus mengumpan, dan kapan harus mendribble. Sungguh ia dan Wazza adalah striker komplit. Jika RvP menggunakan kecerdasannya, Chicharito mengandalkan nalurinya. Ia akan selalu ada di posisi yang tepat dan tidak terduga. Ia akan setia dengan gol-gol aneh nan kebetulan tapi menentukan. Sementara Welbeck lebih setipe Rooney. Ia fighter ulung, ia akan menjangkau seluruh area sepertiga lapangan serang MU. Ia melebar ke sayap, membuka ruang, dan tiba-tiba muncul di kotak penalti untuk menyambut umpan rekan-rekannya. Satu yang pasti, tim manapun yang mengandalkan deep-lying playmaker seperti Andrea Pirlo di Juventus akan repot jika lawannya Wazza ataupun Welbeck ..
Nah, sekarang tugas Moyes di januari yaitu mencari seorang pendamping sepadan bagi Carrick agar tak selalu main bertahan menghadapi tim-tim yang punya jenderal-jenderal kelas satu. Maroune Fellaini yang dibeli september lalu sepertinya lebih tepat sebagai pelapis bagi Carrick ketimbang menjadi teman duet. Sementara Cleverley akan lebih pas sebagai super-sub (bersama Chicharito dan Kagawa/ Januzaj) yang akan menjadi solusi saat timya mengalami kebuntuan. Sementara sang legenda Ryan Giggs, meski masih oke, ia tentu punya jam tanding yang terbatas. Ia lebih dibutuhkan sebagai “orang tua” bagi para punggawa MU yang didominasi pemain berusia dibawah 25 tahun. Darren Fletcher yang seorang box to box Midfielder pun belum siap kembali ke tim utama, setelah absen lama. Setidaknya ia punya 2 pilihan setelah lama menghilang, mengikuti jejak Owen Hargreaves (gagal), atau mengikuti jejak Aaron Ramsey (makin moncer). Tentunya kita sangat mengharapkan pilihan kedua. Satu nama lain mungkin akan dilepas. Bersama Ashley Young dan Fabio da Silva, Anderson Oliveira nampaknya tidak masuk dalam skema Moyes. Lantas siapa sosok pendamping yang tepat bagi Carrick? Jika Rene Mauleesten mengusulkan Ilkay Gundogan, dan santer terdengar nama Sami Khedira, namun sepertinya memanggil pulang Nick Powell akan lebih mudah dan menjanjikan. Saya sempat menulis pada artikel sebelumnya agar MU memanfaatkan celah untuk mendapatkan Xabi Alonso. Namun sepertinya celah itu perlahan mulai tertutupi. Jadi semakin realistis rasanya jika memanggil pulang Nick Powell. Ia dan Januzaj akan jadi sosok kunci MU, sekarang dan di masa depan. Atau jika Moyes dan publik MU belum yakin dengan kemampuan Powell, MU sepertinya akan meneruskan upaya merekrut Andres Iniesta ..
#GloryGloryManUnited

Big Fan Of Manchester United Football Club

Vano Silahoy

UPDATE TRANSFER ISL 2014 ::
vanosilahoy.wordpress.com/2013/11/23/aktifitas-transfer-isl-2014-update-setiap-hari/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s