DUET SPESIAL :: BETO “ROONEY” GONCALVEZ – CHRISTIAN “VAN PERSIE” GONZALES

Sama-sama memainkan pola 4-4-1-1 membuat Arema Cronous dan Manchester United memiliki beberapa pemain yang punya karakter mirip. Dan yang paling mirip mungkin adalah duet ujung tombak mereka. Jika MU punya duet sehati Rooney – van Persie, maka Arema punya Beto – Gonzales. Sejatinya keempat pemain ini adalah predator kotak penalty yang sangat disegani. Namun demi kepentingan taktik, Wayne Rooney ditarik sebagai second striker di belakang Robin van Persie. Di Arema Beto Goncalves “mengalah” dengan menjadi striker bayangan di belakang Christian Gonzales. Meski menjadi ujung tombak serangan van Persie dan Gonzales tidak sungkan untuk membuka ruang bagi kompatriotnya dan berbagi peluang mencetak goal. Sementara Rooney dan Beto Goncalves meski ditarik ke belakang, mereka berdua tidak serta merta menjadi pelayan bagi striker di depannya. Mereka sering muncul dari blind side dan tiba-tiba menjadi pemain terdepan. Kesamaan lainnya adalah duo second striker memiliki power di kaki kanan, sementara duo target man memiliki power di kaki kiri. Meski demikian kaki kanan van Persie dan Gonzales, serta kaki kiri Rooney dan Beto bisa cukup diandalkan. Kesamaan lain yang dimiliki MU dan Arema adalah duet jangkar di lini belakang. Rio Ferdinand dan Victor Igbonefo sama-sama memiliki ketenangan dan jiwa kepemimpinan di lini belakang. Sementara Nemanja Vidic dan Thierry Gathuessi lebih lugas, cenderung keras saat menghadang lawan-lawannya. Kesamaan lain adalah 2 kiper muda yang punya bentuk tubuh mirip, dan kemampuan yang baik meski berada di level berbeda, David de Gea dan Kurnia Meiga. Tipikal deep lying playmaker pada diri Ahmad Bustomi pun mirip dengan Michael Carrick. Masih ada kemiripan lain, yakni sama-sama menggunakan pelatih baru di musim anyar. SayangnyaKeith Kayamba Gumbs dilepas Arema, jika tidak maka ia akan seperti Ryan Giggs, tua-tua keladi. Sedikit perbedaan karakter pemain mungkin ada pada playmaker kedua tim. MU punya Shinji Kagawa yang selain memiliki passing akurat dan skill olah bola memukau, ia punya kemampuan mencetak goal yang baik, serta lebih lincah. Sementara Gustavo Lopez lebih bertipe stylish, dengan kontrol bola, dan jiwa kepemimpinan di lini tengah. Kualitas umpan Gustavo pun membuat dia lebih sering mencetak assist ketimbang goal.
So, meskipun punya beberapa kemiripan, tidak dipungkiri bahwa kedua tim berada pada level berbeda. MU berada pada level tertinggi di eropa bahkan dunia. Sementara Arema bersama negara kita tercinta Indonesia dalam tahapan kesana, dan akan dimulai dengan berbicara lebih banyak pada level Asia. Mari kita dukung kiprah Arema, juga Persipura di AFC Cup 2014.

Glory Glory Man United!! Salam Satoe Jiwa!!

Big Fan Of Manchester United

Vano Silahoy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s