FAKTA :: CHELSEA GAK BISA NGELIAT LAGI, MATANYA UDAH DIBELI MU

Lewat situs resminya, Manchester United (MU) menyatakan telah resmi mentransfer gelandang Chelsea, Juan Mata. Pemain asal Spanyol itu dikontrak dengan biaya transfer sebesar 37,1 juta pounds (sekitar Rp 745 miliar).
Proses transfer Mata dari Chelsea sempat terbelit-belit. Maklum, beberapa kabar menyebutkan Chelsea hanya akan membiarkan Mata meninggalkan Stamford Bridge apabila mereka sudah menandatangani kontrak dengan Mohamed Salah dari Basel.
“Manchester United dengan bangga mengumumkan bahwa Juan Mata telah menyelesaikan proses transfernya yang memecahkan rekor pembelian klub sebesar 37,1 juta pounds,” demikian pernyataan MU.
Pelatih MU, David Moyes, pun mengaku senang dengan kedatangan Mata ke Old Trafford. Ia pun berharap Mata bisa membantu meningkatkan performa MU yang saat ini masih terseok-seok di Premier League. “Saya terkesan dengan kegembiraan yang dia tunjukkan untuk menjadi bagian dari Manchester United. Saya tahu fans kami mengagumi Juan untuk beberapa waktu, karena dia selalu bermain saat melawan kami,” kata Moyes.
Ya, Ini tentu kabar baik bagi MU yang kini punya MATA, sekaligus kabar buruk bagi Chelsea yang bertindak ceroboh menjual MATAnya ke MU. Kini Si Chelsea udah gak bisa ngeliat lagi.
WELCOME MATA!! GGMU!!

Iklan

MATA SEBAGAI AWAL TRANSFORMASI MANCHESTER UNITED?

Manchester United selama ini identik dengan ‘skema tradisional’ 4-4-2, meski di beberapa musim terakhir menjadi 4-4-1-1, namun tentu gayanya tidak jauh berbeda. Di era sepakbola modern ini formasi 4-4-2 mulai langka. Banyak faktor yang mendasari 4-4-2 jarang dipakai. Selain kurang cocok untuk mengakomodasi gaya permainan yang semakin cepat dan powerful, 4-4-2 juga terlalu banyak memberikan beban kepada dua gelandang di tengah. Idealnya, kedua gelandang ini harus memiliki stamina dan power yang bagus untuk menjaga kedalaman pertahanan tim. Selain itu, jarak antara lini belakang, tengah, dan depan juga harus benar-benar dijaga oleh kedua gelandang tengah dalam skema 4-4-2. Maka wajib hukumnya, bagi tim pengguna 4-4-2 untuk memiliki gelandang dengan tipe box- to-box. Faktanya, gelandang box-to- box semakin sulit ditemui di saat ini.
Skuad warisan Ferguson yang memang mengandalkan formasi ini tentu membuat Moyes sedikit kesulitan mengubah gaya MU, apalagi di bursa transfer musim panas lalu MU bisa dibilang gagal di bursa transfer. Maroune Fellaini, satu-satunya pembelian besar MU adalah gelandang yang juga bertipe box to box. Padahal di awal musim, gelandang tipe ini sudah berlimpah di Old Trafford. Mulai dari Michael Carrick, Darren Fletcher, Tom Cleverley, dan Anderson Oliveira. Bahkan Ryan Giggs pun cukup fasih memainkan peran tersebut.
Di bursa transfer januari ini Moyes mulai menunjukan tanda-tanda akan mengubah gaya klasik MU menjadi lebih modern. Anderson, gelandang serang ‘yang dipaksa’ Fergie menjadi gelandang box to box kini dipinjamkan. Pemain Brazil ini memang terlihat tidak mampu mengembangkan karirnya di MU dengan posisi itu, padahal sudah sejak 2007 bermain sebagai gelandang box to box.
Upaya Moyes mengubah gaya MU juga ‘didukung’ oleh Michael Carrick dan Darren Fletcher, juga Maroune Fellaini. Dengan bertambahnya usia dan pengalaman Carrick-Fletcher tentu tidak ‘sepanas’ dulu. Gaya powerfull keduanya mulai bertransformasi menjadi lebih stylish. Dengan gaya barunya, Carrick bahkan menjadi nyawa permainan MU, walaupun agak mengalami penurunan di musim ini. Darren Fletcher yang lama absen akibat penyakit radang usus yang diderita kini juga kembali dengan gaya yang mirip dengan Carrick. Pria Skotlandia ini terlihat lebih dewasa dalam bermain. Keduanya mungkin akan berperan sebagai penyeimbang di lapangan tengah MU (kurang lebih seperti Xabi Alonso), atau bisa juga menjadi deep lying playmaker (seperti Andrea Pirlo). Sementara Fellaini yang tangguh dalam duel udara juga bisa dilatih memankan peran seperti keduanya karena ia juga punya visi bermain yang cukup baik, meski sejauh ini belum terlihat. Perubahan ketiga pemain tersebut menjadi deep lying playmaker sepertinya yang paling mungkin karena Moyes sepertinya akan tetap menggunakan jasa gelandang box to box. Keberadaan Tom Cleverley yang masih bisa berkembang, serta masih terlihatnya upaya MU menambah satu gelandang box to box menjadi alasannya.
Upaya Moyes mengubah MU tak cukup sampai disitu, ia juga diwarisi para pemain sayap yang di era sebelumnya (era Fergie) merupakan para pelakon yang menunjang gaya klasik MU. Antonio Valencia mungkin yang paling klasik di antara pemain sayap lainnya. Dengan kecepatan, kekuatan, serta umpannya yang memang bagus, ia ditugaskan menyisir sisi kanan lapangan. Gaya yang mudah terbaca oleh para rival MU. Sementara 3 sayap lainnya, Luis Nani, Ashley Young, dan Wilfred Zaha, meskipun punya skill yang bagus, namun gaya mereka juga kurang lebih sama dengan Valencia. Menyisir sisi lapangan, memberi umpan ke tengah, atau sesekali coba menusuk ke kotak penalti. Sehingga bukan tidak mungkin satu per satu dari mereka akan segera angkat kaki dari Old Trafford. Valencia mungkin sedikit lebih aman karena juga mampu tampil baik sebagai bek kanan. Keberadaannya juga bisa memberikan variasi taktik bagi MU. Meskipun dalam pandangan saya secara pribadi melihat bahwa Luis Nani juga layak dipertahankan karena masih punya potensi untuk menjadi seperti Cristiano Ronaldo di Real Madrid. Nani hanya perlu kepercayaan dan konsistensi untuk menjadi andalan utama MU.
Untuk menggantikan peran mereka, sudah ada nama Adnan Januzaj, Shinji Kagawa, dan punggawa anyar Juan Mata. Ketiganya memang lebih bertipe playmaker, tapi justru inilah yang membuat mereka akan menjadi bagian penting dari perubahan Moyes di MU. 2 dari 3 pemain ini akan sering turun bersama, bahkan saat salah satu dari Rooney dan RvP absen, mereka bertiga bisa saja diturunkan bersama. Juan Mata mungkin yang akan punya jatah lebih banyak karena ia sangat pandai dalam mengkreasi peluang. Dengan dilindungi lini tengah yang lebih tangguh. Ia akan diberi kebebasan di lapangan. Satu jatah lainnya akan diberebutkan Shinji Kagawa dan Adnan Januzaj yang juga akan memainkan peran yang mirip dengan Mata. Hal ini guna mendukung ketajaman Roo dan RvP dalam membobol gawang lawan. Roo mungkin akan lebih sering terlihat berada di belakang RvP, namun seperti yang dikatakan RvP, keduanya akan sama-sama memainkan peran ‘9,5’. Di satu momen Roo akan menjadi ‘nomor 10’ dan RvP ‘nomor 9’, tap di momen lainnya RvP akan menjadi ‘nomor 10’ dan Rooney menjadi ‘nomor 9’.
Tulisan ini hanya sekedar prediksi dari apa yang saya lihat dari Moyes. Benar atau tidaknya akan segera terlihat.

Big Fan Of Manchester United FC

Vano Silahoy

HASIL DAN KLASEMEN BABAK 8 BESAR (22 Januari 2014)

GRUP A (Stadion Kanjuruhan, Malang)
KLASEMEN AKHIR ::
Pos. Club | MP W D L (GD) | P
1. Arema Cronous | 3 2 1 0 (+2) | 7 .. LOLOS
2. PS Barito Putera | 3 1 2 0 (+3) | 5
3. Sriwijaya FC | 3 1 0 2 (+4) | 3
4. Perseru (Serui) | 3 0 1 2 (-9) | 1

– vanosilahoy.wordpress.com –

GRUP B (Stadion Manahan, Solo)
HASIL ::
Persiram (Raja Ampat) 1-0 Mitra Kukar
ⓖ Ronald Setmot 89′; –

Persib (Bandung) 3-2 Persik (Kediri)
ⓖ Konate Makan 41′(p), Ferdinand Sinaga 52′, Muhammad Ridwan 82′; Dimas Galih 25′, Faris Aditama 28′

KLASEMEN AKHIR ::
Pos. Club | MP W D L (GD) | P
1. Persib (Bandung) | 3 1 2 0 (+1) | 5
2. Persiram (Raja Ampat) | 3 1 2 0 (+1) | 5
3. Mitra Kukar | 3 1 1 1 (+4) | 4
4. Persik (Kediri) | 3 0 1 2 (-6) | 1

SKUAD ISL 2014 – PERSIPURA (JAYAPURA) *Update 27 Februari 2014*

[GK] Yoo Jae Hoon * (1)
[GK] Ferdiansyah (20)
[GK] Dede Sulaiman (27)
[GK] Eunike Pahabol (30)
[CB] Bio Paulin Pierre * (45)
[CB] Dominggus Fakdawer (31)
[CB;RB] Andri Ibo (28)
[CB;DM,LB] Daniel Tata (16)
[RB/RWB;SM/WG,SS] Yustinus Pae (21)
[RB;CB] Fandry Imbiri (3)
[RB;CB] Yohanes Tjoe (44)
[LB/LWB;SM/WG] Ruben Karel Sanadi (14)
[LB/LWB;SM/WG] Ronny Beroperay (4)
[LB;CB] Mohammad Tahir (32)
[DM;CM] Lim Jun Sik * (8)
[DM;CM,CB] Izaac Johannes Wanggai (5)
[CM;AM] Imanuel Wanggai (11)
[CM;RB/RWB,LB/LWB] Gerald Pangkali (15)
[CM;AM] Nelson Alom (12)
[AM;SM/WG] Ian Louis Kabes (13)
[SS;SM/WG,F9] Boaz Solossa (86) -c-
[SS;SM/WG,F9] Titus Bonai (25)
[SS;SM/WG,F9] Yohanes Ferinando Pahabol (17)
[SS;SM/WG,F9] Lukas Wellem Mandowen (33)
[SS;SM/WG,F9] Ricky Kayame (18)
[SS;SM/WG,F9] Jaelani Arey Sibi (49)
[SS;SM/WG] Yudistira Mambrassar (40)
[CF;SS] Boakay Eddie Foday * (24)
Head Coach :: Jacksen Ferreira Tiago (BRA)

TELAH TERBIT SKUAD RESMINYA DI vanosilahoy.wordpress.com

SKUAD ISL 2014 – PERSEBAYA (SURABAYA) *Update 27 Februari 2014*

[GK] Ferry Rotinsulu (12)
[GK] Jendry Christian Pitoy (1)
[GK] Thomas Rian Bayu (27)
[CB] Onorionde Kughegbe John * (44)
[CB;RB,LB] Ricardo Salampessy (4)
[CB;RB] Ambrizal (29)
[CB] Vava Mario Yagalo (3)
[CB;DM] M. Zainal Haq (5)
[RB;LB,SM/WG] Alfin Ismail Tuasalamony (26)
[RB] Hasim Kipuw (59)
[DM;CM,CB,RB] Manahati Lestusen (25)
[DM;CM] Dedi Kusnandar (11)
[DM;CM] Akbar Rasyid (13)
[DM;CB] Ahmad Hisyam Tolle (6)
[CM;AM] Armand Aladoum * () •Proses•
[CM;AM] Issac Popou * () •Alternatif Armand•
[SM/WG;SS,F9] Fandi Eko Utomo (22)
[SM/WG;SS] Muhammad Ilham (81)
[SM/WG;LB,RB] Novri Setiawan (20)
[SM/WG;CF] Ari Supriatna (21)
[SM/WG] Firmansyah Aprilianto (18)
[SS;SM/WG,CF] Gregory Junior Nwokolo (10) -c-
[SS;SM/WG,F9] Abdul Rahman Lestaluhu (7)
[SS;SM/WG] Wahyu Subo Seto (9)
[CF;SS] Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne * (55)
[CF;SS] Agu Casmir * (32)
Mannager Coach :: Rahmad Darmawan (IDN)

TELAH TERBIT SKUAD RESMINYA DI vanosilahoy.wordpress.com

SKUAD ISL 2014 – MITRA KUKAR *Update 27 Februari 2014*

[GK] Dian Agus Prasetyo (33)
[GK] Joice Sorongan (21)
[GK] Riki Pambudi (35)
[CB] Reinaldo Loboro * (44)
[CB] Dedi Gusmawan (27)
[CB] Park Chul Hyung * (20)
[CB] Gunawan Dwi Cahyo (13)
[CB] Irfan Raditya (2)
[RB;SM/WG] Zulkifli Syukur (3) -c-
[RB;LB] Zulchrizal Abdul Gamal (4)
[LB;SM/WG] Diego Michiels (24)
[LB] Danan Puspito (77)
[LB;SM/WG] Misriadi Didiet (16)
[DM;CM,CB] Bima Sakti Tukiman (11)
[DM;CM] Hendra Ridwan (5)
[DM;CB] Tigam Alif Farisma (22)
[DM;CB] Syamsuddin (15)
[CM;AM,DM,CB,RB,LB] Raphael Maitimo (8)
[AM;CM] Erick Weeks Lewis * (50)
[SM/WG;SS,F9] Zulham Malik Zamrun (7)
[SM/WG;SS,F9] Anindito Wahyu Eminarno (18)
[SM/WG;LB] Fadhil Sausu (14)
[SM/WG] Zulvin Zamrun (19)
[SM/WG] Yogi Rahardian (25)
[SM/WG;RB,LB] Ali Surahman (12)
[CF;SS] Herman Dzumafo Efandi * (29)
[CF] Jajang Mulyana (17)
Head Coach :: Stefan Hansson (SWE)

(+) [GK] Ravi Murdianto () •Timnas U-19•
(+) [AM;CM] Paulo Oktavianus Sitanggang () •Timnas U-19•

Keterangan,
(+) :: Sudah dikontrak, namun tidak didaftarkan karena mengikuti PeLatNas jangka panjang bersama Timnas U-19

TELAH TERBIT SKUAD RESMINYA DI vanosilahoy.wordpress.com

SKUAD ISL 2014 – PSM (MAKASSAR) *Update 27 Februari 2014*

[GK] Markus Haris Maulana (28)
[GK] I Ngurah Komang Arya Perdana (20)
[GK] Andi Muhammad Guntur (1)
[CB;DM] Boman Irie Aime * () •?•
[CB] Rachmat Latief (77)
[CB] I Ketut Mahendra (4)
[CB] Agung Prasetyo (32)
[CB;RB] Djayusman Triasdi (26)
[RB;DM,CM] Ardan Aras (22)
[RB] Hendra Wijaya (2)
[RB] M. Aswar Syamsuddin (21)
[RB;LB] Muhammad Jufri (24)
[LB;RB] M. Yusuf Hamzah (15)
[LB;SM/WG] M. Rasul Zainuddin (3)
[LB;RB,SM/WG] Supandi (18)
[DM;CM] Ponaryo Astaman (11) -c-
[CM;SM/WG] Syamsul Bachri Chaeruddin (8)
[CM;SM/WG] Rasyid Assyahid Bakri (17)
[CM,SM/WG,AM] Kurniawan Karman (31)
[SM/WG;CM,AM] Robertino Pugliara * (30)
[SM/WG;CF] Qifly Tamarah (27)
[SM/WG;RB] Kaharuddin Salam (13)
[SM/WG] Maldini Palli (72) •Timnas U-19•
[CF] Michael William Baird * (99)
[CF] Andi Oddang (10)
[CF] Mario Costas * (81)
[CF;SS,SM/WG] Abdul ‘Abanda’ Rahman (23)
[CF] Muhammad Rahmat (29)
[CF] Muchlis Hadi Ning Syaifullah (96) •Timnas U-19•
Head Coach :: Rudi William Keltjes (IDN)

TELAH TERBIT SKUAD RESMINYA DI vanosilahoy.wordpress.com