BUKAN OLD TRAFFORD YANG SALAH, KERUSAKAN MU TANGGUNG JAWAB TIM SECARA KOLEKTIF

Sejauh musim berjalan, Manchester United sudah mengalami 7 kekalahan di semua ajang. Miris, 5 diantaranya dialami di kandang sendiri. Old Trafford yang sejak dulu dikenal angker, tiba-tiba kehilangan aura ‘mistisnya’. Alasan terbaru yang mulai muncul yakni pergantian rumput stadion yang gagal diadaptasi cepat oleh para punggawa MU. Lantas, pantaskah Old Trafford disalahkan? Tidak!! Itu bukan alasan yang tepat. Alasan lainnya yang sudah lebih dulu muncul dan lebih masuk akal adalah perpindahan era dari sang manajer legendaris Sir Alex Ferguson ke manajer medioker yang sedang berupaya menjadi manajer papan atas David Moyes. Meskipun secara skuad dan strategi bertanding tidak jauh berbeda, namun pendekatan dan gaya Moyes tentu berbeda dengan Fergie. Kebiasaan membalikan kedudukan dan mengubah hasil pertandingan di menit-menit akhir (Fergie’s Time) yang dulu sering dilakukan, kini baru muncul 2 kali saat menaklukan Stoke City dan Hull City dengan skor serupa 3-2.
Kesulitan Moyes memang pantas dipahami. Jika sebelumnya ia melatih klub medioker, kini ia harus memikul beban yang super berat. Manchester United adalah tim besar, dan baru saja ditinggal manajer yang berkuasa selama nyaris 27 tahun. Selama kurun waktu tersebut, tentu saja ada semacam tradisi yang sudah dibangun di dalam tim ini. Saya bahkan sempat mengkritik keputusan Moyes ‘mengusir’ orang-orang kepercayaan Fergie di artikel sebelumnya beberapa waktu lalu. Mike Phelan ‘cs tentu sudah mengetahui tradisi di MU, mereka akan sangat bisa membantu Moyes mengenal tim ini lebih jauh.
Kekurangan lainnya adalah performa para pemain MU musim ini jauh menurun ketimbang musim-musim sebelumnya. Hanya Wayne Rooney yang masuk kategori ‘meningkat’ di musim ini. Performa para pemain kunci musim lalu cenderung stagnan atau lebih banyak menurun. David de Gea, meski terlihat lebih matang, performanya belum masuk kategori ‘wah’. Phil Jones, Rafael da Silva, Michael Carrick, dan Robin van Persie yang berkali-kali absen karena cedera juga mengalami penurunan performa. Performa Carrick dan van Persie bahkan menurun drastis. Padahal 2 pemain ini sangat vital bagi tim peraih gelar Liga Inggris musim lalu.
Menurunnya performa para pemain bisa karena beberapa alasan, selain cedera, bisa juga karena kesulitan adaptasi dengan peran dan strategi tim, serta krisis kepercayaan diri yang juga sudah saya tulis pada salah satu artikel saya sebelumnya. Pemain-pemain seperti Fabio da Silva, Alexander Buttner, Anderson Oliveira nampaknya sudah berada pada ‘puncaknya’. Ketiga pemain ini mungkin tidak bisa lagi lebih hebat dari sekarang, sehingga kebersamaan dengan mereka harus dipikir ulang. Performa angin-anginan Luis Nani dan Ashley Young pun sepertinya harus masuk dalam ‘otak’ seorang Moyes. Ia harus membuat keputusan pasti pada pemain-pemain ini. Pertahankan atau Lepas!! Melepas Fabio, Buttner, Anderson, dan Young akan jadi keputusan tepat. Entah mengapa saya memiliki feeling bahwa Nani akan mampu menemukan puncak performa jika diberi kesempatan lebih. Moyes juga harus tahu cara pendekatan yang pas terhadap Nani. Skillnya bagus, umpasnnya akurat, shootingnya keras, dribble dan speednya bagus, yang kurang hanyalah kedewasaan dalam bermain.
Krisis sesungguhnya mungkin ada di lini tengah. Saat Carrick dan Darren Fletcher, atau juga Phil Jones yang kerap ditempatkan di lini ini kesulitan menemukan ‘bentuknya’ setelah didera cedera, Tom Cleverley pun tidak mampu meningkatkan performanya. Sejak muncul dan diberi ekspektasi besar, penampilan Clev cenderung stagnan. Ando mungkin adalah pemain paling ‘konsisten’ di lini ini. Sejak memasuki musim keduanya di Old Trafford hingga saat ini, Ando konsisten tampil buruk di setiap pertandingan. Kehadiran tenaga baru di posisi gelandang tengah tentu diperlukan. Koke bisa jadi ‘dinamo’ baru bagi MU. Ia punya semua syarat untuk melakukannya. MU tidak perlu pelit mengeluarkan biaya besar jika ingin mendatangkan dia. Dia memang pemain hebat.
Selain lini tengah, Moyes juga membutuhkan bek kiri. Pelapis Patrice Evra sudah harus disiapkan. Buttner jelas gagal di MU. Leighton Baines dan Fabio Coentrao adalah pilihan yang bagus. Bahkan jika salah satunya didatangkan, Evra yang justru akan menjadi pemain pelapis.
Dalam kondisi sekarang, MU seharusnya sedikit boros dalam bursa transfer. Koke, Baines ataupun Coentrao memang pantas dihargai mahal. Kualitas mereka memang kualitas nomor wahid saat ini.
Kesimpulannya, Moyes, para pemain, dan manajemen harus segera memperbaiki kerusakan yang terjadi di dalam tim ini secara kolektif. Ikut berpartisipasi dalam bursa transfer Januari ini akan jadi salah satu solusinya. Terlepas dari itu, dalam kondisi sekarang, seorang penggemar sejati seharusnya terus berada di belakang tim, mendukung, dan mengkritik yang positif bagi tim ini. Ingat pesan Fergie saat pidato terakhirnya di Old Trafford!!
GLORY GLORY MAN. UNITED!!

Big Fan Of Manchester United FC

Vano Silahoy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s