NO CELEBRATE NO PARTY, JUST PRAY & SELF REFLECTION

Perayaan Natal maupun hari-hari selalu dirayakan dengan begitu meriah. Bermacam-macam warna menghiasi gelapnya malam. Bunyi-bunyian menggema. Ya, Natal telah tiba, Yesus telah datang sebagai juruselamat, Yesus datang untuk menebus dosa manusia. Tapi, apa cara seperti itu adalah cara yang tepat?
Sebagai pemuda, saya juga sulit lepas dari perayaan-perayaan seperti itu. Tapi kasih Tuhan benar-benar luar biasa. Saya diberikan kesempatan untuk menyambut Natal dengan cara yang sangat berbeda. Tanpa perayaan, tanpa pesta, hanya doa dan perenungan diri.
Semua yang terjadi dalam hidup saya benar-benar menjadi pelajaran berharga. Terkadang kita mengeluh jika keinginan kita belum ataupun tidak dijawab Tuhan. Tentunya menyalahkan Tuhan bukan cara yang benar. Tuhan lebih tahu yang tepat bagi kita.
Apa harus kita meninggalkan Tuhan saat doa kita ‘seperti tidak didengar’ Tuhan? Tidak!! Kita harus percaya dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, gadaikan hidup buat Tuhan. Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri. Sebesar apapun dosa yang kita perbuat, Tuhan tetap menyertai kita.
Marilah kita bawa diri kita datang dengan sungguh-sungguh ke hadiratNya yang suci kudus, minta ampun atas segala dosa yang telah kita perbuat, undang Tuhan hadir dan pimpin diri kita, beri diri kita untuk Tuhan pakai. Dari Tuhan kita beroleh hidup, maka untuk Tuhanlah kita hidup. Apa yang kita cari di dunia? Harta kekayaan? Jabatan? Pengakuan? Cinta? Tuhan bisa beri lebih dari itu semua!! Tuhan punya cinta yang lebih tulus, Tuhan jauh lebih kaya, Tuhan beri kita sukacita. Dan semua yang Tuhan beri itu kekal abadi.
Buat apa kita utamakan kesenangan duniawi? Cari Tuhan!! Hidup kita akan lebih nyaman, jauh dari dosa, kuat hadapi cobaan. Serahkan kekuatiranmu buat Tuhan. Tuhan selalu membuka diri buat kita, jangan ingat Tuhan di waktu-waktu tertentu.
Marilah jadikan momen Natal sebagai awal yang baru dari kehidupan yang lebih baik. Selamat Natal, Tuhan memberkati!!

Iklan

RAHASIA UNTUK TETAP KUAT DALAM KONDISI YANG BERAT

“Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!” Mazmur 40:5
Menaruh kepercayaan kepada Tuhan merupakan suatu hal yang mudah dilakukan ketika kita berada dalam keadaan baik-baik saja, hampir semua kebutuhan tercukupi, dan apapun yang kita inginkan dapat dicapai dengan mudah.
Tetapi berbeda halnya jika kita sedang berada dalam kesulitan. Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk dapat lagi berharap sepenuhnya kepada Tuhan ketika dia melihat bahwa masalah yang dihadapinya sudah sangatlah berat dan sulit diatasi.
Keadaan ekonomi yang tidak kunjung baik, kondisi pekerjaan yang ada tidak seperti yang diharapkan, bisnis tidak berjalan baik, bahkan menuju kebangkrutan, keluarga sudah tidak harmonis, anak memberontak dan bermasalah, jodoh tidak kunjung datang, hutang menumpuk dan masih ada segudang masalah yang dapat membuat umat Tuhan menjadi setengah percaya kepada Tuhan.
Apa yang harus dilakukan umat Tuhan pada kondisi yang berat seperti ini? Berikut rahasianya untuk tetap kuat di dalam kondisi yang berat:
1. Tetap Percaya
Tetaplah berharap kepada Tuhan. Jangan tergoda dengan berbagai jalan pintas yang ditawarkan oleh dunia ini, yang justru akan menarik kita semakin jauh dari Tuhan.
Ketika kita berada di luar lingkaran perlindungan Tuhan, maka segala berkat-berkatNya juga akan tertahan bagi kita. Oleh karena itu tetap berlindung dan percaya kepada Tuhan, agar kita dapat tetap menerima berkat yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Dunia boleh berkata bahwa sudah tidak mungkin lagi ada jalan keluar bagi masalah kita. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Dia (Lukas 1:37, Markus 9:23. Tetaplah percaya, karena mujizat masih ada!
2. Tetap Lakukan Yang Terbaik
Seringkali umat Tuhan menyerah di saat-saat yang justru menuntut kita untuk dapat melakukan yang terbaik. Ada waktu dimana Tuhan ingin melihat ketekunan kita. Ketika kita tetap melakukan yang terbaik justru di saat kita dalam kondisi tertekan, kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita. Dia akan memberi kita kekuatan baru, Dia akan menyertai langkah kita dan Dia akan memberi kemenangan bagi kita. Jangan menyerah di saat kita harus tetap berjuang.
Ingat kisah bangsa Israel yang akan masuk ke Tanah Perjanjian? Mereka melihat bahwa bangsa yang menduduki tanah tersebut memiliki perawakan yang besar-besar seperti raksasa. Mereka merasa kecil bagaikan seekor belalang (Bilangan 13:33).
Bangsa Israel yang ketakutan melihat musuhnya dan berkata tidak mungkin mereka dapat memasuki tanah tersebut, sama sekali tidak pernah masuk ke Tanah Perjanjian.
Hanya Kaleb dan Josua yang tetap percaya bahwa mereka dapat memasuki dan merebut Tanah Perjanjian tersebut. Mereka tidak menyerah di saat segala sesuatu menjadi tidak mungkin. Dan Tuhan benar-benar memberikan hadiah atas kegigihan mereka. Dari angkatan mereka, hanya mereka berdua yang memasuki Tanah Perjanjian.
Apapun yang menjadi masalah dan kesulitan yang kita alami saat ini, jangan pernah takut dan jangan pernah membuat kita mundur. Tetap lakukan apa yang terbaik. Jika kita bekerja, tetap lakukan pekerjaan kita sesulit apapun. Jika kita berbisnis dan sedang menuju kebangkrutan, tetap jalankan bisnis kita dengan meminta hikmat dari Tuhan. Jika kita mempunyai banyak hutang, tetap lakukan apa yang dapat membuat kita mempunyai penghasilan dan bahkan mendapatkan penghasilan tambahan.
Tetap percaya kepada Tuhan, dan tetap lakukan yang terbaik, maka Dia akan menuntun jalan kita dan membawa kita kepada kemenangan. Haleluya!
“Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.
Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,
Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.” Mazmur 40:2-4

TIDAK ADA YANG KEBETULAN BAGI HIDUP ORANG BERIMAN

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28

Bacaan: Kejadian 43:1-14

Bagi orang beriman, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Walau dalam menjalani kehidupan juga mengalami berbagai macam pergumulan. Tidak otomatis terhindar dari derita dan tangisan. Mungkin kita pun seringkali mengalami peristiwa-peristiwa yang menyedihkan, yang membawa penderitaan berkepanjangan. Mungkin masalah jodoh, pekerjaan, studi, usaha, keluarga, biaya hidup, sakit-penyakit, Semua terasa menjadi gelap dan tidak ada yang mau menolong, seolah Tuhan-pun terasa begitu jauh tak memberi pertolongan. Namun benarkah begitu? Apakah Tuhan benar-benar lepas tangan dan tidak mempunyai maksud yang indah di balik semuanya itu?
Sebenarnya tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semua tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Walau orang percaya juga mengalami berbagai penderitaan seperti yang dialami kebanyakan orang lain juga. Namun percayalah, Tuhan punya tujuan yang indah.
Firman Tuhan berkata: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rm.8:28). Ya, Tuhan punya rencana yang indah untuk orang yang percaya. Allah sungguh menepati janji-Nya, dan semua terlaksana!
Lalu kenapa orang percaya mesti menderita juga? Tuhan tidak ingin kita bermanja-manja, apalagi sampai lupa diri. Tuhan memproses kita melalui pembelajaran kehidupan nyata, melalui pahit getirnya hidup ini, supaya kita mengerti hakikat hidup itu sendiri. Bahwa Tuhanlah sumber segala sesuatu. Manusia pun hanya bergantung pada-Nya dan bukan karena kuat gagahnya manusia itu sendiri. Manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukannya!
Lihatlah contoh dalam kehidupan keluarga Yakub. Pada masa itu terjadi bala kelaparan yang hebat sekali selama 7 tahun. Karena itu Yakub menyuruh anak-anaknya pergi ke Mesir untuk membeli gandum sebab di Mesir ada persediaan gandum yang banyak sekali. Yusuf, penguasa kedua di Mesir berhasil mengumpulkan gandum selama 7 tahun masa panen untuk digunakan pada masa kelaparan. Keluarga Yakub sudah pernah membeli gandum dari Mesir. Namun Yusuf, raja muda Mesir memerintahkan supaya mereka membawa adik mereka yang paling kecil bernama Benyamin. Benyamin adalah anak kesayangan ayahnya Yakub.
Menghadapi masa-masa kelaparan berkepanjangan dan akan kehilangan anak kesayangan, sepertinya Yakub menghadapi penderitaan besar. Tapi lihatlah indahnya maksud Tuhan dibalik semua pergumulan itu. Apa pembelajaran yang Tuhan lakukan melalui masa-masa sulit itu? Yakub keberatan melepaskan anaknya Benyamin, tetapi karena kelaparan dan kesulitan yang sangat hebat, ia membolehkannya pergi bersama saudara-saudaranya ke Mesir.
Yakub berkata: “Jika demikian, perbuatlah begini: Ambillah hasil yang terbaik dari negeri ini (take of the best fruits in the land) dalam tempat gandummu dan bawalah kepada orang itu sebagai persembahan: sedikit balsam dan sedikit madu, damar dan damar ladan, buah kemiri dan buah badam.” Yakub menginstruksikan supaya anak-anaknya membawa buah-buah terbaik negeri itu. Apa artinya? Di tengah kesulitan dan kelaparan hebat, Yakub memberikan yang terbaik untuk raja Mesir. Demi memperoleh gandum, makanan pokok, Yakub berani memberikan hasil terbaik di negerinya kepada penguasa Mesir. Indah sekali bukan?
Di tengah susah dan beratnya hidup ini, kita perlu tetap belajar menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kemahakuasaan-Nya akan tetap menyertai anak-anak-Nya. Inilah hal yang mesti selalu kita ingat dan syukuri. Memang kita kerap “tidak melihat” tangan Tuhan beserta kita, tetapi bukan berarti Tuhan tidak beserta kita. Barangkali Tuhan membiarkan kita hanya melihat padang gurun yang gersang, tetapi berkat-berkat indah menjadikan jiwa riang! Demikian pun yang terjadi kepada Yakub. Ia menerima balasan setimpal dari pemberiannya yang terbaik kepada kepada penguasa Mesir (Kej. 47:5-6). Dan akhirnya,Yakub dan keluarganya ditempatkan di tanah Gosyen yaitu tanah terbaik di Mesir.
Kita perlu belajar dari apa yang Tuhan lakukan melalui pergumulan Yakub. Ini penting! Karena tidak jarang, ketika menghadapi berbagai pergumulan, kita baru panggil-panggil Tuhan. Bila sepertinya Tuhan tidak memberikan pertolongan juga, tidak jarang orang menyangsikan Tuhan, malah akhirnya menjauh dari Tuhan.
Tapi disini diperlihatkan, justru melalui masa-masa sulit sekalipun kita diajar oleh Tuhan untuk memberi yang terbaik lebih dahulu, sesulit apapun hidup ini dan tidak hanya menuntut dari orang atau dari Tuhan agar diberikan yang terbaik bagi hidup ini. Jika ini sudah dilakukan, ketahuilah, bahwa anda sudah membuka pintu lebar-lebar untuk dilimpahi berkat Allah. Dan ketahuilah, Allah tidak sekali-kali membiarkan Anda sendiri! AMIN.

Oleh Pdt. Kristinus Unting

SERAHKANLAH SEMUA BEBANMU KEPADA TUHAN!!

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Matius 6:25
Bacaan: Matius 6:25-34
Tiada seorang pun yang dapat hidup tanpa kekuatiran; tidak satupun yang kebal dari kekuatiran. Jika seseorang berkata bahwa dia tidak peduli akan apapun di dunia ini, maka dia ada dalam penyangkalan. Yang menjadi pertanyaan: apa yang dapat kita lakukan dengan kekuatiran kita?
Sebelum kita belajar tentang kebenaran firman Tuhan dan mencari tahu apa yang dapat kita perbuat terhadap kekuatiran kita, kita perlu tahu sesuatu tentang kekuatiran itu sendiri. Kekuatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi. Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Merasa kuatir berarti merasa cemas, bingung dan pikirannya terbagi-bagi.
Apa yang harus kita perbuat ketika rasa kuatir menyerang pikiran kita?
Rasul Paulus menasihati, “… nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4:6-7
Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya merasa kuatir karena Tuhan, Allah kita sanggup memberkati dan menjaga kita. Ketika kita kuatir kita sedang berupaya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah. Mampukah kita?
Tuhan bertanya, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Matius 6:27
Tidak ada gunanya memelihara kekuatiran yang justru akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri. Ada tertulis: “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,” (Amsal 12:25); kekuatiran membuat kita kehilangan sukacita dan menderita sakit ..

Untuk menang terhadap kekuatiran, kita harus mempercayai Tuhan dengan segenap hati. Rasul Petrus menasihati, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Ketika dihadapkan pada kelemahan-kelemahan, setiap kita memiliki pilihan: menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan mempercayaiNya dengan sepenuh hati, atau berusaha mengatasi kekuatiran itu dengan usaha kita sendiri.
Janganlah kita mengeraskan hati dengan memikul beban dengan kekuatan sendiri, tetapi serahkanlah kepada Tuhan!

SISTEM KEKEBALAN IMAN

Syalom!!
Kali ini saya mencoba menulis sendiri sebuah renungan singkat menurut pemahaman saya, yang mudah-mudahan punya arti dan makna yang bisa membuat kita semua menjadi lebih baik dan pantas menjadi berharga di mata TUHAN.
Manusia adalah makhluk yang paling mulia. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang memiliki akal pikiran yang tentu akan menjadi elemen penting dalam menyikapi berbagai hal dalam hidup. Manusia juga disebut merupakan citra (serupa dengan) dan mitra (rekan sekerja) Allah. Karena itulah sejak dilahirkan manusia sebenarnya telah menjadi berharga di mata TUHAN.
Dalam hidup, sering terjadi prahara (baik besar maupun kecil) yang dapat menjadi penghambat dalam mencapai sebuah tujuan hidup. Cara menghadapi dan menjalani proses hidup dengan segala yang terjadi di dalamnya yang menentukan pantas dan tidaknya manusia menjadi berharga di mata TUHAN.
Tubuh manusia memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh untuk bertahan dari berbagai penyakit. Dan dalam hidup, manusia juga memiliki sistem imun untuk bertahan dari berbagai cobaan dan rintangan yang saya sebut sebagai “Sistem Kekebalan Iman”.
Sistem Kekebalan Iman terdiri atas beberapa elemen dasar, yakni :
1. Percaya
Percayalah bahwa TUHAN tidak pernah meninggalkan kita sendiri. Jika kita benar-benar percaya pada kuasa TUHAN, maka TUHAN akan menunjukan alasan kenapa kita harus percaya.
2. Kesetiaan
Tetaplah setia untuk menyerahkan hidup pada TUHAN. Berusahalah untuk selalu berada di jalan TUHAN, ataupun jika anda telah keluar dari jalan-NYA maka berusahalah untuk kembali masuk, dan biarkan kasih setia dan kehendaknya yang menentukan. Karena kehendak TUHAN lebih indah daripada “mimpi” manusia.
3. Ketulusan
Berusahalah untuk selalu memiliki ketulusan dalam menghadapi cobaan ataupun rintangan hidup. Karena ketulusan akan membuat kita bisa lebih tenang dalam memikirkan cara melewatinya (cobaan/rintangan).
Mungkin itu saja yang bisa saya share di kesempatan ini, saya menulis renungan ini bukan untuk menggurui, tetapi hanya memberikan pendapat sesuai dengan pemahaman saya.
Syalom!!

Meraih Hari Esok Yang Penuh Harapan

“Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
“Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.”

Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”
*courtesy of PelitaHidup.com
Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” 1 Raja-raja 17:8-16
*courtesy of PelitaHidup.com
Pada saat itu sedang terjadi kekeringan yang dahsyat karena hujan tidak turun selama tiga setengah tahun. Kelaparan juga melanda seluruh negeri itu (Luk 4:25-26). Lalu Tuhan menyuruh Elia untuk pergi ke Sarfat. Disanalah Tuhan menyatakan mujizatNya melalui seorang janda.

Keadaan perempuan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Dia hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak. Sisa sedikit bahan tersebut adalah bahan makanan terakhir yang akan diolah dan dimakan bersama dengan anaknya. Setelah itu dia telah pasrah pada apa yang akan terjadi pada dirinya dan anaknya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Perempuan tersebut sudah tidak punya harapan lagi selain kepada apa yang dimilikinya. Hanya sedikit bahan makanan-lah yang menjadi harapan terakhir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kekeringan dan kelaparan yang sedang melanda bukan merupakan keadaan yang bisa mendatangkan keuntungan. Sangatlah sulit untuk mendapatkan air maupun bahan makanan.

Tetapi Tuhan mengutus Elia kepada perempuan tersebut untuk menyatakan kemuliaanNya.

Ada beberapa hal yang membuat mujizat terjadi dalam kehidupan perempuan janda tersebut:

1. Tidak Takut

“Tetapi Elia berkata kepadanya: ‘Janganlah takut’ ” 1 Raja-raja 17:13a

Elia meminta perempuan itu untuk membuatkan sepotong roti baginya. Tentunya perempuan tersebut berpikir, bagaimana mau membuatkan roti untuk orang lain sedangkan untuk dirinya sendiri saja pas-pasan.

Tetapi Elia mengatakan kepada perempuan itu untuk tidak takut, karena Tuhan akan mencukupi segala kebutuhan mereka hingga masa kelaparan tersebut berlalu.

Janganlah takut atau kuatir atas apa yang sedang kita alami saat ini. Kekurangan atau masalah yang sedang kita alami harus kita jalani dengan hati yang tenang. Ketakutan atau kekuatiran tidak akan menyelesaikan masalah.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Matius 6:27

Dengan ketenangan maka kita akan dapat menjalani setiap masalah yang ada dengan pikiran yang lebih jernih. Jangan takut dan jangan kuatir, karena Tuhan ada bersama dengan kita.

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” Yosua 1:8

.

2. Pegang Janji Tuhan

“Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” 1 Raja-raja 17:14

Elia menyatakan janji Tuhan bahwa Tuhan akan memberikan hujan sehingga kekeringan dan kelaparan akan berhenti. Janji ini menjadi pengharapan baru bagi perempuan tersebut. Walaupun keadaan masih tetap sama, tetapi tanpa keraguan sedikitpun dia melakukan apa yang Elia perintahkan. Matanya memandang kepada janji Tuhan yang indah bagi kehidupannya dan hari esok yang penuh harapan.

Keadaan yang kita alami mungkin belum berubah menjadi baik. Tetapi Tuhan memberikan janji kepada kita bahwa ada hari esok yang penuh harapan bagi kehidupan kita. Dan Dia tidak akan lalai menepati janjiNya.

Oleh karena itu peganglah janji Tuhan dalam hati kita. Jangan pernah lepaskan apa yang telah Tuhan janjikan, karena Dia tidak akan berlambat-lambat menggenapi apa yang telah Dia firmankan bagi kita.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11
*courtesy of PelitaHidup.com
.

3. Melangkah Dengan Iman

“Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” 1 Raja-raja 17:15-16

Perintah Elia untuk membuatkan roti terlebih dahulu bagi dia merupakan hal yang kelihatan tidak masuk akal. Logika manusia sudah pasti tidak sesuai dengan hal yang Elia katakan.

Tetapi perempuan janda itu tidak membantah apa yang Elia katakan. Dia tidak meragukan apa yang akan terjadi. Setelah mendengar janji Tuhan, dia langsung melakukan perintah Elia. Dia melakukannya dengan penuh keyakinan. Dia yakin bahwa Tuhan benar-benar ada dan akan melakukan hal yang baik bagi kehidupannya.

Dan kita melihat keyakinan imannya membuahkan hasil. Tepung dan minyak yang dia miliki tidak berkurang sedikitpun, walaupun untuk sekian lama digunakan untuk mencukupi kebutuhan bagi mereka bertiga. Kuasa Tuhan dinyatakan dalam kehidupannya. Mujizat terjadi!

Apa yang harus kita lakukan dalam berbagai masalah: keadaan kekurangan, sakit-penyakit, doa yang belum dijawab, belum dapat jodoh, belum dapat pekerjaan, pekerjaan yang kurang bagus, bisnis yang tidak berkembang dan masih banyak lagi?

Kita harus tetap mencari, tetap bekerja, tetap berusaha, tetap melakukan yang terbaik dan tetap konsisten dalam melakukan segala upaya. Lakukan dengan iman, lakukan dengan penuh keyakinan, dan lakukan dengan penuh pengharapan. Tuhan akan menyatakan mujizatNya pada saat kita melangkah.

Keadaan tidak akan berubah jika kita tidak mau melangkah dengan iman. Tetapi pada saat kita melangkah dengan iman, maka kuasa Tuhan akan menyertai setiap langkah yang kita jalani. Dia akan memampukan kita, Dia akan memberi kekuatan bagi kita untuk melalui semuanya. Dia juga yang akan membawa kita kepada kemenangan.

“Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” Yakobus 2:21-22

.

Janganlah kita menyerah atas apa yang sedang kita alami. Semua yang terjadi merupakan ujian bagi kita untuk dapat lebih dekat lagi kepada Tuhan. Dengan mencontoh perempuan janda di Sarfat, yaitu dengan tidak takut, memegang janji Tuhan dan melangkah dengan iman, maka kita dapat berjalan lebih kuat lagi untuk meraih hari esok yang penuh harapan. Haleluya!

.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Yeremia 17:7-8

Sumber : pelita hidup

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
*courtesy of PelitaHidup.com
Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:24-26

Peristiwa ini terjadi ketika Yesus bersama murid-muridNya sedang ada di dalam perahu mengarungi danau. Angin ribut datang melanda danau tersebut. Dalam Markus 4:37 disebut dengan angin taufan yang sangat dahsyat.

Angin taufan seperti ini bertiup sangat kencang sekali, ke segala penjuru, atas dan bawah, hingga bisa memporak-porandakan rumah-rumah. Bisa dibayangkan gelombang seperti apa yang dapat ditimbulkan pada saat angin jenis ini melanda sebuah danau. Tidak akan ada orang yang berani untuk melintasi danau tersebut dengan sebuah perahu.

Pada saat kejadian itu, para murid sangat ketakutan. Hal ini sangat manusiawi karena perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang besar dan ditiup oleh angin yang sangat dahsyat.

Ketika mereka merasa bahwa mereka memerlukan pertolongan, mereka mendapati bahwa Yesus dengan tenangnya dapat tidur di dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka-pun membangunkan Yesus agar memperoleh pertolongan dariNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hal ini layaknya kehidupan kita yang tidak lepas dari gelombang badai yang berupa masalah yang dapat datang dengan tiba-tiba. Kita dapat diombang-ambingkan oleh masalah yang kita alami. Kita bisa menjadi sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit dari kita yang datang mencari pertolongan pada Tuhan ketika masalah tersebut datang menimpa kita dengan kerasnya.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui kisah ini. Berikut ini rahasia agar kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan:

1. Jangan Takut

Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Mengapa kamu takut?”
*courtesy of PelitaHidup.com
Masalah sebesar dan sekeras apapun boleh datang menimpa kita, tetapi biarlah kita tidak takut dalam menghadapinya. Kenapa? Karena kita punya Yesus, Dia ada dalam satu perahu bersama-sama dengan kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara besar. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Lalu mengapa kita harus takut?

Rahasia pertama agar kita dapat tenang dan berada dalam kedamaian adalah tidak takut. Jangan takut apa yang akan kita hadapi dan akan kita jalani. Hidup ini tidak akan lepas dari berbagai masalah.

Jika berani menghadapi dan menjalani apa yang kita alami sekarang, Yesus akan memberi kita kekuatan dan memberikan jalan keluar bagi kita. Dia akan memberikan kemenangan bagi masalah kita.

.

2. Percaya Sepenuhnya

Tuhan Yesus menyebut murid-muridNya sebagai orang yang kurang percaya. Mengapa demikian? Karena murid-muridNya tetap ketakutan dalam keadaan demikian, walaupun mereka tahu bahwa Yesus ada bersama-sama dengan mereka.

Mereka kurang percaya akan apa yang dapat Yesus lakukan jika mereka mengalami bahaya.

Apa yang tidak dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita? Selama kita hidup berjalan bersama Yesus, maka Dia akan menuntun dan menopang hidup kita. Bahkan ketika kita berjalan dalam lembah kekelaman, Dia tetap ada di samping kita.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ” Mazmur 23:4
*courtesy of PelitaHidup.com
Percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia sanggup melakukan segala perkara. Tiada yang mustahil bagi Dia.

.

Kedua hal di atas, yaitu “Jangan Takut” dan “Percaya Sepenuhnya“, akan dapat membantu kita memperoleh kedamaian di tengah badai kehidupan yang datang menerpa. Tidak ada hal lain selain kedamaian dalam menghadapi masalah kita yang dapat membantu kita untuk meraih kemenangan di dalamnya.

Biarlah kita tidak takut lagi akan segala hal yang sedang menimpa kita dan biarlah kita tetap percaya seutuhnya kepada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita. Haleluya!

.

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
*courtesy of PelitaHidup.com
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23:1-6

 

Sumber : pelita hidup